Daftar Peralatan Hidroponik yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Menanam

Peralatan Hidroponik –¬†Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Apakah teman-teman sudah tau apa itu Hidroponik? Mungkin sebagian pembaca ada yang belum, nah pada artikel kali ini saya akan mempaparkan tentang apa itu Hidroponik. Merupakan sebuah budidaya menanam yang memanfaatkan air, namun tidak menggunakan tanah, loh kok bisa? Bentar saya jelaskan dulu. Jadi sistem ini mungkin lebih menekankan kepada pemenuhan nkebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Bukan hanya itu, kebutuhan air pada sistem ini mungkin lebih sedikit ketimbang kebutuhan air pada budidaya tanaman yang menggunakan tanah. Hidroponik ini memakai air yang lebih efisien, sehingga hal tersebut pas untuk diterapkan di daerah yang memang mempunyai pasokan air yang terbatas. Nah kita akan bahas beberapa hal lagi yang lain.

Peralatan Hidroponik

peralatan hidroponik potBanyak sekali jenis peralatan hidroponik yang perlu disiapkan sebelum penanaman, diantara beberapa peralatannya adalah sebagai berikut dibawah ini

Pipa Air PVC

Pipa air merupakan sebuah pipa/tabung yang pada umumnya dibuat menggunakan polivinil klorida atau PVC, saluran besi, polietilena, atau pun tembaga yang membawa air bersih yang kemudian dikasih tekanan udara dan dibersihkan ke bangunan-bangunan sebagai bagian dari sistem air perkotaan, dan juga dalam bangunan.

pH Meter

Selanjutnya adalah pH Meter, yang merupakan sebuah alat elektroik yang fungsinya adalah untuk mengukur pH atau derajat keasaman atau kebasaan. Suatu cairan yang ada elektrodanya yang khusus, fungsinya untuk mengukur pH bahan-bahan semi-padat. Sebuah pH meter terdiri dari sebuah elektroda atau probe pengukur yang terhubung ke sebuah alat elektronik yang mengukur atau menampilkan nilai pH.

Dari yang penulis baca, alat ini sangat berfungsi untuk untuk industri air minum, laboratorium, akuarium, industri pakaian khususnya batik dan juga pewarna pakaian. Pengukuran pH ini ditentukan dengan menggunakan angka satu sampai dengan 14, dimana angka 7 itu menunjukkan pH netral. Sedangkan pada angka dibawah 7 sampai angka 1 itu menunjukkan kondisi asam dan juga angka diatas 7 sampai 14 adalah basa.

Pengukuran pH media tanam ini atau larutan nutrisi ini juga adalah kegiatan yang harus kita lakukan (apabila ingin menggunakan pH meter ini) dalam hal bercocok tanam hidroponik atau pun konvensional. karena nilai pH larutan ini menentukan larut tidaknya unsur mineral, penyerapan akar tanaman dan sampai pada akhirnya bisa menentukan pertumbuhan serta perkembangan tanaman.

Apabila larutan pH suatu larutan nutrisi terlalur endah atau asam atau pun terlalu tinggi atau basa, maka tanaman akan tumbuh tidak normal atau pun bisa dibilang kerdil. pH larutan nutrisi yang bisa ditolelir oleh tanaman adalah netral yakni antara 5,5 – 7,0 dimana pada angka pH tersebut unsur-unsur mineral yang ada pada air bisa larut dan juga diserap dengan baik oleh akar tanaman.

Rockwool

Yang selanjutnya adalah Rockwool. Alat yang satu ini adalah salah satu media tanam yang mungkin sudah tidak asing lagi dupakai oleh para petani hidroponik. Media tanam yang satu ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan media yang lainnya khususnya dalam hal perbandingan komposisi air dan juga udara yang bisa disimpan oleh media tanam ini.

Rockwool dibuat perdana di tahun 1840 oleh seorang pria di Wales yakni Edward Parry, tapi karena massa jenis ini ringan serta kondisi penyimpanannya yang tak baik membuat rockwool ini terbang ketika mendapat sedikit tiupan angin saja. Dan mungkin hal tersebut dapat menghawatirkan serta dapat membahayakan lingkungan kerja, otomatis produksi dihentikan.

TDS Meter

Heralatan hidroponik yang selanjutnya adalah bernama TDS Meter. Alat ini merupakan singkatan dari Total Disolved Solids atau kalau kita artikan ke bahasa Indonesia, maka hasilnya adalah jumlah padatan terlarut. Nah sehingga TDS ini apabila kita rincikan pengertiannya adalah alat untuk mengukur jumlah padatan atau partikel terlarut yang ada dala air.

Alat ini dapat kita pakai guna mengukur jumlah partikel yang terlarut dalam air minum dan juga dipakai untuk mengukur kepekatan larutan nutrisi hidroponik atau dengan kata lain konsentrasi larutan nutrisi.

Pengukuran nutrisi hidroponik ini merupakan suatu hal yang mutlak serta sifatnya pun sangat penting, karena apabila larutan tidak diukur, bisa jadi tanaman kekurangan nutrisi atau kelebian yang nantinya bisa menjadi racun yang bisa membunuh tanaman tersebut. Nah perlu para pembaca tau bahwa satuan dari TDS meter ini adalah ppm. PPM sendiri kepanjangannya adalah Part Per Million atau seperjuta bagian.

PPM ini adalah satuan pengukuran jumlah partikel terlarut yang terukur memakai TDS meter, mengukur kepekatan nutrisi ini menjadi amat penting untuk bagian berhidroponik, karena apa? Karena dengan begitu para pembaca sekalian dapat tau dengan pasti seberapa butuh nutrusu yang dibutuhkan oleh tanaman.

Cocopeat

Peralatan hidroponik Selanjutnya adalah cocopeat. Cocopeat ini merupakan serat kelapa atau serat alami yang diekstrak dari kulit kelapa serta digunakan dalam produk seperti tikar, keset, sikat, dan juga kasur. Sabut ini adalah bahan yang berserat dan ditemukan antara hard, shell internal serta lapisan luar kelapa. Kegunaan lain dari alat ini adalah dapat ditempatkan di jok padding, pemecatan dan hortikultura.

Pot Hidroponik

pot hidroponikSelanjutnya adalah Pot Hidroponik. Disini kita bakal ngebahas tentang bagaimana caranya membuat pot hidroponik tersebut. nah berikut ini adalah cara membuat pot hidroponik.

  1. Potong botol bekas air mineral menjadi dua bagian dengan memakai gunting atau pun cutter.
  2. SIlakan kalau punya paku dipanaskan, kemudian bikin beberapa lubang berdiameter satu cm pada bagian potongan botol bagian atas dan juga bawah untuk aerasi. Tapi apabila pemberian nutrisi memakai sistem sumbu, biarkan tutup botol tetap berada di tempatnya, lalu bikin lubang yang tepat di tengah-tengah tutup botol tersebut guna nanti memasukkan sumbu flanel.
  3. Apabila pemberian nutrisi memakai sistem apung, buka tutup botol agar akar menembus media tanam kemudian berkembang di permukaan larutan nutrisi.
  4. Kemudian masukkan potongan botol bagian atas menuju potongan bagian bawah yang telah diisi larutan nutrisi.
  5. Nah selanjutnya masukkan media tanam ke dalam potongan botol bagian atas.

Lalu apa sih guna dari pot hidroponik ini? Gunannya adalah mungkin untuk menaruh tanaman yang akan dikembangkan menggunakan sistem hidroponik.

Penutup

Nah bagaimana menurut kamu? Sudah tertarik dengan hobi menanam menggunakan sistem hidroponik yang satu ini? Dari pandangan penulis, sistem semacam ini lebih mengirit biaya dan juga lebih irit tenaga, sehingga kita tidak perlu mengeluarkan biaya banyak dan tenaga yang ekstra.

Nah mungkin bagi teman-teman semua yang ingin belajar lebih lanjut mengenai sistem penanaman menggunakan sistem hidroponik ini, mungkin bisa mencari seorang guru atau belajar secara otodidak, yang Insya Allah nanti anda bisa merintis sebuah bisnis tentang pengolahan atau budidaya tanaman memakai sistem hidroponik yang satu ini.

Nah, baiklah, sekian artikel ini saya sampaikan, semoga artikel peralatan hidroponik ini dapat bermanfaat untuk anda para pecinta tanaman atau yang mungkin ingin terjun ke hobi tanam menanam. Sekian, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *