Menanam Cabe Hidroponik

Hei, cabe itu nikmat, multifungsi, dan unik. Dia bisa menjadi penyeimbang antara gula dan garam, dia bisa menjadi lalapan yang disajikan bareng gorengan, dia juga bisa jadi bumbu yang biasa kita sebut dengan saus sambal.

Karena multifungsinya ini, cabe termasuk tanaman favorit yang digunakan untuk cocok tanam di berbagai komunitas hidroponik. Kami sendiri juga melakukannya. Sensasi memetik cabe dari lahan sendiri itu sangat seru dan sangat berbeda dengan memilih cabe di pasar.

Baik, langsung saja kita pelajari bagaimana menanam cabe hidroponik supaya hasilnya maksimal.

Pertama, siapkan peralatan dan media tanam yang sudah standar digunakan.

Kedua, jika Anda sudah punya bibit cabe, silahkan disemai terlebih dahulu di netty-pot selama (kurang lebih biasanya) 4 hari. Kalau Anda belum punya bibit cabe, Anda bisa beli bibit cabe unggulan di sini.

Ketiga, setelah melalui masa semai dan benih mulai tumbuh, pindahkan ke media hidroponik.

Keempat, ya tinggal dirawat saja, dialiri air setiap pagi dan sore menggunakan berbagai opsi sistem yang ada yang Anda suka/cocok.

Kelima, biasanya cabe sudah bermunculan di hari ke-20 sejak benuh tumbuh, atau 25 hari sejak bibit ditanam.

cabe hidroponik berbuah

Salah satu contoh cabe hidroponik yang sudah berbuah meski masih kecil.

Yap, semudah itu, Anda juga bisa melakukannya di rumah masing-masing. Untuk menambah wawasan, kami mau sampaikan beberapa fakta dan manfaat dari sayur atau buah cabe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *